✍️ MENGAPA PENDIDIKAN HARUS MEMBEBASKAN, BUKAN MENEKAN

ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd. adalah Guru Mata Pelajaran di SMK PGRI ROGOJAMPI
SMK Terbaik di Banyuwangi
ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Guru Mata Pelajaran

12 Tulisan

Sejak masa kolonial, pendidikan di Indonesia tidak pernah benar-benar dirancang untuk memerdekakan manusia. Sistem pendidikan yang diterapkan saat itu bersifat terbatas, pragmatis, dan instrumental. Tujuan utamanya jelas: mencetak tenaga pembantu dan pegawai rendahan untuk menopang administrasi dan kepentingan dagang kolonial.

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1854 beberapa bupati mendirikan sekolah kabupaten yang berorientasi pada pencetakan calon pegawai. Pada tahun yang sama, muncul sekolah-sekolah Bumi Putera dengan jenjang sangat terbatas—hanya tiga kelas. Pembelajarannya pun sekadar membaca, menulis, dan berhitung seperlunya.

Dalam situasi seperti itu, pendidikan direduksi menjadi alat produksi tenaga kerja. Pendidikan belum dipandang sebagai sarana pembebasan manusia. Akibatnya, ruang belajar lebih banyak menyiapkan kepatuhan daripada menumbuhkan kesadaran.

Kesadaran akan ketimpangan tersebut kemudian melahirkan perlawanan intelektual. Setelah lahirnya Budi Utomo, muncul gagasan besar untuk mengubah arah pendidikan di tanah air. Pendidikan harus membebaskan, bukan sekadar menyiapkan manusia untuk tunduk pada sistem.

Puncak gagasan itu tampak pada 3 Juli 1922 ketika Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi tonggak lahirnya pendidikan yang berjiwa merdeka. Pendidikan mulai diposisikan sebagai proses memanusiakan manusia.

Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses menuntun, bukan memaksa. Prinsip tersebut tercermin dalam semboyannya yang terkenal: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Guru tidak berdiri sebagai penguasa kelas, tetapi sebagai penuntun tumbuhnya potensi murid.

Ia juga memberikan analogi yang sangat sederhana namun mendalam. Pendidik diibaratkan seperti petani yang menanam padi. Petani hanya bisa merawat tanah, memberi pupuk, menyiram, dan melindungi tanaman dari hama.

Namun, petani tidak pernah bisa mengubah padi menjadi jagung. Demikian pula pendidikan. Guru tidak berhak mengubah kodrat anak, tetapi berkewajiban menciptakan lingkungan terbaik agar potensi mereka tumbuh secara optimal.

Pandangan ini selaras dengan teori konvergensi yang menyebut bahwa perkembangan manusia merupakan pertemuan antara potensi bawaan dan lingkungan. Pendidikan memiliki peran penting dalam mempertemukan keduanya secara sehat. Dengan demikian, pendidikan harus membebaskan ruang tumbuh anak, bukan menekan potensi alaminya.

Watak manusia sendiri terdiri dari dua aspek utama. Pertama adalah aspek intelligible, yaitu bagian intelektual dan kemauan yang dapat dibentuk melalui pendidikan. Kedua adalah aspek biologis, seperti rasa takut, cinta, empati, atau keberanian yang relatif menetap dalam diri manusia.

Pendidikan yang bijak tidak berusaha menghapus kodrat tersebut. Sebaliknya, pendidikan bertugas memperhalus budi, menebalkan potensi baik, serta mengarahkan perilaku menuju kematangan karakter. Di sinilah pendidikan menemukan maknanya sebagai proses pembentukan budi pekerti.

Dalam konteks pendidikan modern, gagasan ini semakin relevan ketika dikaitkan dengan lima kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan itu meliputi bertahan hidup, kasih sayang dan rasa memiliki, kebebasan, kesenangan, serta penguasaan atau penghargaan diri. Seluruh perilaku manusia, termasuk perilaku murid di kelas, sering kali merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ketika murid menunjukkan perilaku yang dianggap bermasalah, sering kali yang gagal bukanlah muridnya. Yang gagal adalah sistem pendidikan yang belum mampu membaca kebutuhan dasar mereka. Pendidikan yang membebaskan akan berusaha memahami sebelum menghakimi.

Guru yang memahami hal ini tidak akan tergesa-gesa menghukum. Ia akan memilih mendampingi, mendengar, dan menuntun. Ia sadar bahwa pendidikan harus membebaskan ruang belajar dari rasa takut.

Di sinilah esensi sejati profesi guru menemukan maknanya. Mendidik dengan hati berarti menghadirkan ketulusan, empati, dan kejujuran dalam setiap interaksi dengan murid. Ketulusan itu membuat pendidikan terasa hidup dan bermakna.

Sementara itu, mengajar dengan sadar berarti terus belajar dan memperbarui kompetensi. Guru tidak berhenti berkembang agar mampu menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ekosistem seperti inilah yang membuat pendidikan benar-benar membebaskan.

Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan. Pendidikan adalah jembatan untuk mentransfer nilai logika, etika, dan estetika dalam kehidupan manusia. Tujuan akhirnya bukan hanya kecerdasan akademik, tetapi lahirnya manusia yang utuh.

Manusia yang bahagia secara lahir dan batin. Manusia yang selamat dalam kehidupan sosial. Dan manusia yang mampu memberi makna bagi perjalanan hidupnya sendiri.

Karena itu, sudah saatnya kita berhenti memandang pendidikan sebagai rutinitas administratif semata. Pendidikan harus kembali pada hakikatnya sebagai proses memanusiakan manusia.

Mari kita bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: apakah ruang belajar kita sudah benar-benar menuntun, atau justru menekan?

Jika pendidikan adalah jalan menuju kemerdekaan manusia, maka setiap kelas adalah ladang perjuangan. Setiap guru adalah penuntun kehidupan.

Mari bersama menghidupkan kembali pendidikan yang membebaskan—pendidikan yang memberi ruang tumbuh bagi anak, menghargai kodratnya, dan menuntun mereka menjadi manusia yang merdeka, berkarakter, dan berbahagia.

28 Maret 2026 ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

🤝 Mitra Sekolah

Instansi dan lembaga mitra yang bekerja sama dengan SMK PGRI ROGOJAMPI

BADAN PENDAPATAN DAERAH
KPH Banyuwangi Selatan
NEW SURYA HOTEL
BSI KCP BANYUWANGI ROGOJAMPI
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
PERUM PERHUTANI KPH BANYUWANGI BARAT
HARRIS HOTEL & CONVENTIONS BUNDARAN SATELIT SURABAYA
BANK JATIM CABANG BANYUWANGI
Trinity
KANTOR KECAMATAN SINGOJURUH
PT. BARES GROSIR SATU
PT. BANK SYARIAH INDONESIA (FINANCING OUTLET BANYUWANGI)
BANK JATIM KF SRONO
BINA KARYA GRAFIKA
HOTEL BINTANG MULIA
PT. RAMAYANA LESTARI
KANTOR KECAMATAN SRONO
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
DAKON RESTO
KSP MODERN KARYA UTAMA
BSI KCP GENTENG GAJAH MADA
KUA KECAMATAN ROGOJAMPI
BARES Rogojampi
BANWASLU
ARYOS STUDIO
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI
PT. SOGEH BARENG BERGUNA BANYUWANGI
JIWA JAWA RESORT IJEN
Dinas Perhubungan
POLSEK ROGOJAMPI
Dinas Perikanan
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KAB. BANYUWANGI
SEKRETARIAT DPRD BANYUWANGI
LUMINOR HOTEL JEMBER
VOTEL MANYAR RESORT BANYUWANGI
RAJA ADVERTISING
PT. RADIO SWARAWANGI TIMUR/RADIO BINTANG TENGGARA
PT. GLOBAL OFFSET SEJAHTERA
UPTD PUSKESMAS GITIK
KANTOR DESA BENELAN LOR
ID Express Kabat
Ravi Vision
ASTON BANYUWANGI HOTEL & CONFERENCE
AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
Bank JATIM Capem Rogojampi
KANTOR BALAI DESA SUKONATAR
PUSKESMAS KABAT
FINANCING OUTLET BANYUWANGI
PUDAM (PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM) CABANG ROGOJAMPI
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KPP Pratama Banyuwangi
HOTEL LUMINOR BANYUWANGI
POLSEK KABAT
GRAND HARVEST RESORT AND VILLAS
PT. MAJESTY SUKSES ABADI
KANTOR KECAMATAN BANYUWANGI
PUSKESMAS SINGOJURUH
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANYUWANGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
KECAMATAN KABAT
BAWASLU BANYUWANGI
PUSKESMAS GLADAG
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI
CV. JADE INDOPRATAMA
BANK BRI KC BANYUWANGI
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
PT. PEGADAIAN CABANG ROGOJAMPI
PT. EQUITYWORLD
Yudi Vision
GBB BULOG WONOSOBO
PT. JAYA SUBUR
SATLANTAS POLRESTA BANYUWANGI
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
PT. CIPTA SARANA CENDEKIA
PT. SOGEH BARENG BERGUNA SURABAYA
PT. HOTEL BULUSAN INDAH (KETAPANG INDAH HOTEL)
KANTOR PEMERINTAH DESA GLADAG
EL HOTEL
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
KPU KABUPATEN BANYUWANGI
MIDTOWN HOTEL SURABAYA
RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH
BSI KCP BANYUWANGI S PARMAN
PENGADILAN AGAMA BANYUWANGI
PT. PEGADAIAN CABANG BANYUWANGI
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUWANGI
BLAMBANGAN COLLEGE
PT. AMARTHA MANUNGGAL PRIMA/ID EXPRESS
PT. INDO BISMAR SURABAYA
KECAMATAN ROGOJAMPI
Tulis