📄 MENUNTUN, BUKAN MENUNTUT: RELEVANSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI ERA MODERN

Ditulis oleh ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd. - SMKS PGRI ROGOJAMPI
SMK Terbaik di Banyuwangi
MENUNTUN, BUKAN MENUNTUT: RELEVANSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI ERA MODERN

Pendidikan ibarat pelita yang menerangi jalan kehidupan manusia. Namun, cahaya itu tidak akan bermakna jika hanya membuat seseorang pandai menghafal tanpa mampu memahami dirinya sendiri. Di sinilah filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menemukan relevansinya, bahkan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Sebagai Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara mewariskan gagasan yang melampaui zamannya. Beliau tidak hanya memikirkan bagaimana anak menjadi pintar, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat memerdekakan manusia secara utuh. Pendidikan menurut beliau harus mampu membangun kecerdasan intelektual, kepekaan sosial, dan kesadaran budaya secara seimbang.

Pada masa kolonial, pendidikan lebih banyak digunakan sebagai alat kepentingan penguasa. Anak didik dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sistem, bukan untuk mengembangkan potensi dirinya. Ki Hajar Dewantara hadir membawa perubahan besar dengan memperkenalkan pendidikan yang berpihak pada kemanusiaan.

Beliau menegaskan bahwa tugas pendidikan adalah menuntun. Kata menuntun memiliki makna yang sangat mendalam: membimbing, mendampingi, dan memberi ruang agar anak dapat tumbuh sesuai kodratnya. Pendidikan bukanlah proses memaksa, melainkan perjalanan bersama untuk menemukan potensi terbaik yang dimiliki setiap anak.

Guru sebagai Penuntun, Bukan Penguasa

Dalam filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, guru memiliki peran yang sangat penting. Namun, peran tersebut bukan sebagai pusat segala pengetahuan yang harus selalu diikuti tanpa ruang dialog.

Melalui konsep Sistem Among, Ki Hajar Dewantara merumuskan tiga peran utama seorang pendidik:

·      Ing ngarsa sung tulada (di depan memberikan teladan)

·      Ing madya mangun karsa (di tengah membangkitkan semangat)

·      Tut wuri handayani (di belakang memberikan dorongan)

Ketiga prinsip tersebut menunjukkan bahwa guru harus hadir sesuai kebutuhan murid. Ada saatnya menjadi teladan, ada saatnya menjadi sahabat belajar, dan ada saatnya memberi kepercayaan agar murid mampu melangkah sendiri.

Filosofi ini mengajarkan bahwa pendidikan tidak dibangun melalui ketakutan. Disiplin tidak lahir dari hukuman yang melemahkan semangat, tetapi dari keteladanan yang menginspirasi. Anak akan lebih mudah belajar dari apa yang dilihat dibandingkan dari apa yang hanya didengar.

Pendidikan yang Berpihak pada Anak

Salah satu kekuatan terbesar pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah keberpihakannya kepada anak. Beliau memandang bahwa setiap anak adalah pribadi yang unik dengan bakat, minat, dan cara belajar yang berbeda.

Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada target kurikulum semata. Pendidikan harus memberi ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai potensinya. Guru perlu memahami bahwa keberhasilan belajar tidak selalu diukur dari angka, tetapi juga dari perkembangan karakter dan kemanusiaan.

Ki Hajar Dewantara juga menegaskan bahwa bermain merupakan bagian dari kodrat anak. Dunia anak adalah dunia yang penuh rasa ingin tahu, eksplorasi, dan kegembiraan. Oleh sebab itu, pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu jalan terbaik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu.

Pandangan ini memiliki kesamaan dengan pemikiran tokoh pendidikan dunia seperti Montessori dan Frobel.

Montessori menekankan pentingnya pengembangan pancaindra melalui berbagai aktivitas yang melatih kemampuan sensorik anak. Sementara itu, Frobel memandang permainan sebagai inti dari proses belajar.

Menariknya, Ki Hajar Dewantara mampu merangkum kedua pendekatan tersebut dalam konteks pendidikan Indonesia. Anak diajak belajar melalui permainan, tetapi tetap mendapatkan tuntunan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.

Relevansi dengan Profil Pelajar Pancasila

Meskipun lahir puluhan tahun yang lalu, filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara tetap relevan hingga saat ini. Nilai-nilai yang beliau tanamkan bahkan menjadi fondasi bagi lahirnya konsep Profil Pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama yang perlu dimiliki peserta didik, yaitu:

1.    Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

2.    Mandiri.

3.    Bergotong royong.

4.    Berkebinekaan global.

5.    Bernalar kritis.

6.    Kreatif.

Jika dicermati lebih dalam, seluruh dimensi tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pendidikan tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial.

Beliau mengajarkan pentingnya keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Cipta berkaitan dengan kemampuan berpikir, rasa berkaitan dengan kepekaan hati, sedangkan karsa berkaitan dengan kemauan untuk bertindak. Ketiganya harus tumbuh secara harmonis agar manusia berkembang secara utuh.

Pendidikan yang Memanusiakan Manusia

Di era digital saat ini, tantangan pendidikan semakin kompleks. Informasi dapat diperoleh dengan mudah, tetapi kebijaksanaan tidak selalu hadir bersamanya. Karena itu, pendidikan perlu kembali pada esensinya: memanusiakan manusia.

Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara mengingatkan bahwa setiap anak adalah benih yang memiliki potensi berbeda. Tugas guru bukan mengubah benih menjadi tanaman lain, melainkan merawatnya agar tumbuh menjadi versi terbaik dirinya.

Pendidikan yang memerdekakan bukan berarti membiarkan anak berjalan tanpa arah. Sebaliknya, pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan yang memberi ruang untuk berpikir, bertanya, mencoba, dan belajar dari kesalahan dengan penuh tanggung jawab.

Menjaga Api Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Pada akhirnya, filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara bukan sekadar warisan sejarah. Ia adalah kompas yang masih relevan untuk menavigasi pendidikan masa kini dan masa depan.

Ketika guru mampu menjadi penuntun, ketika sekolah berpihak pada kebutuhan anak, dan ketika pembelajaran menghadirkan kegembiraan sekaligus makna, maka pendidikan akan benar-benar menjadi jalan menuju kemerdekaan.

Mari kita hidupkan kembali semangat pendidikan yang memanusiakan manusia. Mulailah dari ruang kelas, dari cara kita menyapa murid, dari kesediaan untuk mendengarkan, dan dari keberanian untuk terus belajar menjadi pendidik yang lebih baik.

Jika nilai-nilai ini terus ditanamkan, pendidikan tidak hanya akan melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, berempati, dan mampu menjadi cahaya bagi lingkungannya.

09 Juni 2026 ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Tulisan Lainnya dari Penulis

Baca opini dan tulisan menarik lainnya dari Andi Budi Setiawan, S.pd.

BELAJAR UNTUK MENJADI MANUSIA MERDEKA

BELAJAR UNTUK MENJADI MANUSIA MERDEKA

Pendidikan sejati bukan sekadar proses mengisi kepala dengan pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan adalah upaya menuntun manusia agar mampu mengenal...

Baca Selengkapnya
TRAINING CENTER SMK PGRI ROGOJAMPI DAPAT APRESIASI SISWA MPLB, DINILAI TINGKATKAN KESIAPAN DUNIA KERJA

TRAINING CENTER SMK PGRI ROGOJAMPI DAPAT APRESIASI SISWA MPLB, DINILAI TINGKATKAN KESIAPAN DUNIA KERJA

SMK PGRI Rogojampi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui program Training Center (TC) bagi siswa kelas X dan XI. P...

Baca Selengkapnya
PURNAMA PITU SMK PGRI ROGOJAMPI DI HOTEL KOKOON BANYUWANGI BERLANGSUNG HARU DAN PENUH MAKNA

PURNAMA PITU SMK PGRI ROGOJAMPI DI HOTEL KOKOON BANYUWANGI BERLANGSUNG HARU DAN PENUH MAKNA

Banyuwangi, 16 Mei 2026 — SMK PGRI Rogojampi menggelar kegiatan purnawiyata siswa kelas XII tahun ajaran 2025–2026 bertajuk *“Purnama Pitu: Purnawiyat...

Baca Selengkapnya
PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA RASA: JALAN SUNYI MENUJU SISWA YANG MANDIRI

PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA RASA: JALAN SUNYI MENUJU SISWA YANG MANDIRI

Dalam praktik pendidikan sehari-hari, sering kali peserta didik diperlakukan seperti objek: target nilai, angka kelulusan, atau bahkan komoditas siste...

Baca Selengkapnya
MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH: KUNCI NYATA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN

MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH: KUNCI NYATA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN

Komunitas belajar di sekolah bukan sekadar forum diskusi guru, tetapi ruang tumbuh bersama. Di dalamnya, para pendidik saling belajar, berbagi, dan me...

Baca Selengkapnya
MEMAHAMI BASIS DIFERENSIASI: KESEJARAHAN, KETERSITUASIAN, DAN KERANGKA PEMAKNAAN DALAM CARA MANUSIA MELIHAT DUNIA

MEMAHAMI BASIS DIFERENSIASI: KESEJARAHAN, KETERSITUASIAN, DAN KERANGKA PEMAKNAAN DALAM CARA MANUSIA MELIHAT DUNIA

Dalam kehidupan sosial, kita sering menjumpai perbedaan cara berpikir, bersikap, dan bertindak antara satu orang dengan orang lainnya. Perbedaan itu b...

Baca Selengkapnya

🤝 Mitra Sekolah

Instansi dan lembaga mitra yang bekerja sama dengan SMKS PGRI ROGOJAMPI

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
KANTOR KECAMATAN SINGOJURUH
NEW SURYA HOTEL
CV. JADE INDOPRATAMA
PT. PEGADAIAN CABANG BANYUWANGI
PT. GLOBAL OFFSET SEJAHTERA
PUSKESMAS KABAT
KSP MODERN KARYA UTAMA
SATLANTAS POLRESTA BANYUWANGI
PT. BARES GROSIR SATU
Dinas Perikanan
BANWASLU
BSI KCP BANYUWANGI S PARMAN
SEKRETARIAT DPRD BANYUWANGI
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUWANGI
KANTOR PEMERINTAH DESA GLADAG
PT. CIPTA SARANA CENDEKIA
HARRIS HOTEL & CONVENTIONS BUNDARAN SATELIT SURABAYA
BANK BRI KC BANYUWANGI
ID Express Kabat
PT. JAYA SUBUR
PT. HOTEL BULUSAN INDAH (KETAPANG INDAH HOTEL)
PT. MAJESTY SUKSES ABADI
BARES Rogojampi
JIWA JAWA RESORT IJEN
PENGADILAN AGAMA BANYUWANGI
KANTOR DESA BENELAN LOR
BANK JATIM KF SRONO
ASTON BANYUWANGI HOTEL & CONFERENCE
Ravi Vision
EL HOTEL
FINANCING OUTLET BANYUWANGI
PT. RADIO SWARAWANGI TIMUR/RADIO BINTANG TENGGARA
HOTEL LUMINOR BANYUWANGI
PT. PEGADAIAN CABANG ROGOJAMPI
GBB BULOG WONOSOBO
KANTOR KECAMATAN SRONO
PUDAM (PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM) CABANG ROGOJAMPI
POLSEK KABAT
Bank JATIM Capem Rogojampi
PT. INDO BISMAR SURABAYA
Yudi Vision
POLSEK ROGOJAMPI
BAWASLU BANYUWANGI
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KPU KABUPATEN BANYUWANGI
PUSKESMAS SINGOJURUH
BLAMBANGAN COLLEGE
BINA KARYA GRAFIKA
PT. BANK SYARIAH INDONESIA (FINANCING OUTLET BANYUWANGI)
MIDTOWN HOTEL SURABAYA
BSI KCP BANYUWANGI ROGOJAMPI
BANK JATIM CABANG BANYUWANGI
KANTOR BALAI DESA SUKONATAR
RAJA ADVERTISING
Trinity
BSI KCP GENTENG GAJAH MADA
GRAND HARVEST RESORT AND VILLAS
KUA KECAMATAN ROGOJAMPI
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI
RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH
PT. SOGEH BARENG BERGUNA SURABAYA
AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
KPH Banyuwangi Selatan
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANYUWANGI
ARYOS STUDIO
PUSKESMAS GLADAG
LUMINOR HOTEL JEMBER
Dinas Perhubungan
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
KPP Pratama Banyuwangi
PT. EQUITYWORLD
BADAN PENDAPATAN DAERAH
PT. SOGEH BARENG BERGUNA BANYUWANGI
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
KECAMATAN KABAT
HOTEL BINTANG MULIA
KANTOR KECAMATAN BANYUWANGI
PT. RAMAYANA LESTARI
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
KECAMATAN ROGOJAMPI
PT. AMARTHA MANUNGGAL PRIMA/ID EXPRESS
VOTEL MANYAR RESORT BANYUWANGI
UPTD PUSKESMAS GITIK
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KAB. BANYUWANGI
DAKON RESTO
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
PERUM PERHUTANI KPH BANYUWANGI BARAT