Upacara rutin SMK PGRI Rogojampi pada Senin, 27 April 2026, berlangsung tertib dan khidmat di lapangan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan kedisiplinan siswa sebagai fondasi karakter.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Abdul Hamid, S.Pd., memimpin jalannya kegiatan dengan penuh ketegasan dan keteladanan. Menariknya, petugas upacara kali ini merupakan siswa-siswi yang sebelumnya pernah mengalami keterlambatan, sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan.
Upacara dimulai dengan persiapan peserta yang tertata rapi, dilanjutkan dengan penghormatan kepada pemimpin dan pembina upacara. Suasana semakin khidmat saat pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
Seluruh peserta kemudian mengikuti mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh pembina yang diikuti peserta, serta pembacaan Undang-Undang Dasar oleh petugas upacara.
Memasuki amanat, pembina upacara menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengawali dengan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi nilai-nilai keteladanan.
Dalam penyampaiannya, Abdul Hamid menyoroti kebiasaan siswa yang kurang bijak dalam mengatur waktu. Ia menegaskan bahwa penggunaan handphone hingga larut malam dapat berdampak pada keterlambatan dan menurunnya konsentrasi belajar di sekolah.
“Kebiasaan kecil seperti tidur larut malam bisa berdampak besar pada kedisiplinan kita. Dari situlah keterlambatan sering terjadi,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada petugas upacara yang telah menjalankan tugas dengan baik, meskipun sebelumnya pernah melakukan pelanggaran. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa perubahan ke arah yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil.
“Perubahan ke arah yang lebih baik bukanlah hal yang mustahil. Semua bisa dimulai dari niat dalam diri sendiri,” tegasnya.
Selain itu, pembina upacara turut mengingatkan siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengimbau agar setiap konten yang diunggah dipertimbangkan terlebih dahulu agar tidak merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis siswa, sekolah juga menyediakan fasilitas “pojok curhat” di beberapa titik. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan siswa untuk berkonsultasi dengan guru Bimbingan Konseling.
Menurutnya, kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, serta mematuhi aturan sekolah. Hal kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter yang kuat.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa, laporan pemimpin upacara, serta penghormatan terakhir kepada pembina. Setelah itu, pembina dan dewan guru meninggalkan lapangan, diikuti pembubaran peserta secara tertib.
Melalui upacara rutin ini, SMK PGRI Rogojampi menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter. Nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan tidak hanya berhenti di lapangan upacara, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mari jadikan kedisiplinan sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban. Mulailah dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang—karena masa depan yang baik lahir dari kebiasaan yang terjaga hari ini.
Editor: Andi BS
Fotografer: Firda Agilza